(dalam Cerita sebelumnya avira yang ingin segera pulang karena tidak ada teman untuk berlatih di hentikan bayu yang kebetulan ingin melihat avira berlatih dan berniat mengajari avira sesuatu)
"apa itu benar?" tanya avira
"apa yang kau ragukan dariku.." jawab bayu
"ku pikir kau orang aneh yang tiba-tiba datang ingin mengajariku sesuatu.." ucap avira
"aku bahkan lebih kuat dari guru pengajarmu Dan aku akan mengajarkan jurus yang lebih hebat dari siapapun.. Hahaha" lanjut bayu sambil tertawa
"aku jadi tambah ragu padamu" kata avira
"kemarilah aku ingin memastikan sesuatu dulu.." suruh bayu
kemudian avira berjalan mendekati bayu,, bayu pun memegang nadi tangan avira.
"apakah kau sering mimpi buruk?" tanya bayu
"bagaimana kau tahu.. Memang setiap malam aku mimpi tentang seseorang yang menginginkan spirit padaku tapi yang ku tahu aku tidak punya itu" jawab avira
lalu bayu melepas tangan avira
"kau sebenarnya mempunyai arus aliran chi yang besar.. Tapi itu semua terhenti di kepalamu.." terang bayu
"apakah aku akan mati!" teriak avira dengan expresi wajah ketakutan
"tidak bodoh kau hanya tidak bisa konsentrasi pada kekuatanmu.." jelas bayu
avira menjadi lega mendengarnya
"pertama-tama aku akan membuka aliran chimu." jelas bayu
"apa gunanya chil yang kau sebut" tanggap avira
"namanya chi bukan chil kau seenaknya saja mengganti nama.. semua orang kuat memiliki aliran chi yang besar ini juga akan membantumu supaya lebih cepat mempelajari sesuatu" terang bayu
"hmm.. Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan tapi sepertinya itu bagus.." tanggap avira sambil tersenyum
"memang ini sifatmu dari kecil yang selalu tidak mau tahu tapi kau akan mempelajari tehnik ini.." pikir bayu
di tempat lain di dalam rumah kosong yang besar terdapat banyak lubang di dinding dan atap tampak seperti bekas terjadi ledakan kecil yang terarah
"i..in..in.Ini sungguh hebat.." ucap thana
"bagus kau sudah bisa menguasainya lebih cepat.." ucap yohanes bangga
"kau memang pantas jadi ketua kami thana.." Terang Sarant dengan penuh luka
"sebagai ketua kau memang berbakat.." lanjut teran memegangi tangan kananya yg terluka
"kami bangga padamu.." ucap barie dengan penuh luka
kemudian sarant, teran dan barie roboh ke lantai.
*drupp, drupp, drupp
"kalian semua mendukungku.." pikir thana
"thana aku mau bicara padamu.." pinta yohanes
"tapi bagaimana dengan mereka.. Bila di bia..." ucap thana terpotong
"tenang saja mereka akan segera sembuh.. Berikan pil ini kepada mereka bertiga" suruh yohanes yang kemudian melempar 3 pil kecil berbentuk bulat kepada thana
"pil apa ini?" tanya thana yang memegangi pil tersebut
"ini disebut pil TETA.. Pil yang bisa memulihkan keadaan tubuh seperti semula.." terang yohanes
"b..baik" tanggap thana
kemudian thana memberikan pil ke mulut temannya
"ini telanlah.." suruh thana
"mereka masih di perlukan.." pikir yohanes dengan senyum mengerikan
kembali ke tempat latihan avira di lapangan desa
"avira ayo ikut aku.." pinta bayu
"kita mau kemana?" tanya avira
"kita akan berlatih di tempat yang lebih bagus.." kata bayu memilih tempat yang sesuai
bayu dan avira berjalan menembus hutan
*jrraaasssshh
"suara ini.." guman avira
"benar kita akan berlatih di tempat ini.. Air terjun ini akan membuka aliran chimu.." ucap bayu memberi arahan
avira berlari dan langsung meloncat ke air
*blluuur
"hmm.. Sekarang kita akan membasahi diri kita.." pikir bayu
"apakah ini saatnya aku memanggilmu guru?" tanya avira tersenyum manis
"sesukamu saja kau mau panggil aku seperti apa" jawab bayu
"sepertinya aku harus menunggunya sampai bosan.." pikir bayu
di ruang kosong yohanes dan thana sedang membicarakan sesuatu.
bersambung.
Tampilkan postingan dengan label komik AVIRA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komik AVIRA. Tampilkan semua postingan
Senin, 26 Desember 2011
Sabtu, 10 Desember 2011
AVIRA chapter 15 - pengisi latihan
(dalam cerita sebelumnya yohanes merekrut para perampok itu untuk menjadi anak buahnya)
"bagi kami uang adalah segalanya.." ucap terant
"misi tentang apa?" tanya thana
"misi itu tidak akan ku jelaskan di tempat seperti ini.. Tapi pertama-tama aku akan menjadikan kalian lebih kuat lagi" jawab yohanes
"apakah itu bisa dilakukan?" tanya thana lagi
"tidak ada yang mustahil di dunia ini.. Sekarang pergilah aku tidak mau ada yang melihat ini" jawab yohanes
"baik.. Semua kita kembali" perintah thana yang kemudian semua perampok kembali ke markas
"sekarang presentase rencana ini berhasil akan lebih besar.. Gabriel ayo kita pergi.." ajak yohanes
"baik ayah" ucap gabriel
di tempat lain kakek avira dan bayu sedang berjalan pulang
"apa yang sedang kau pikirkan santos?" tanya bayu
"tidak ada" jawab santos
"dan jangan memanggilku dengan nama itu.." saran santos
"APA..!" teriak bayu
"jangan berteriak di sini !" bentak santos
"kau juga berteriak tahu.. Lagi pula lihat itu" ucap bayu
"disana..." ucAp santos
bayu dan santos berlari menuju tempat kejadian pertarungan gabriel dan para perampok yang sudah selesei
"sepertinya tadi telah terjadi pertarungan" ucap bayu
santos hanya terdiam.
"bagaimana dengan avira?" tanya santos
lalu bayu memeriksa keadaan sekitar,, mata bayu melotot merasakan kekuatan salah satu petarung disini
"bukan dia tidak disini.. Aku merasakan energi yang besar disini" jawab bayu
"Akhirnya orang itu kesini juga.." guman santos
"siapa? Apa dia temanmu?" tanya bayu
"bukan.. Ayo kita segera pulang" ajak santos
"sekarang kau jadi tambah kawatir.." ucap bayu
"kau belum tahu saja energi yang kau rasakan berasal dari mana.." sanggah santos
"baik Sampai disini saja pertemuan kita.. Aku harus mengkonfirmasi kejadian ini pada tim penyelidik" ucap bayu yang kemudian pergi
"sebelum pulang.. aku akan memastikan dan melihat sendiri kejadian disini dulu" pikir santos
lalu memegang spiritnya.
Hari sudah menjelang siang,, di dalam hutan avira berlari memecah kesunyian hutAn
"sial aku terlambat.." pikir avira
"kau terlambat" ucap gabriel yang sudah berada di tempat latihan
"hosh..hosh..hosh
apa kau tahu jarak rumah dengan tempat latihan lumayan jauh!" teriak avira
"kau saja yang terlalu malas, lambat, bodoh.." ejek gabriel
"apa kau menantangku" ucap avira sambil mengadu dahi dengan gabriel
"apa katamu bodoh" ucap gabriel
"kalau berani katakan sekali lagi," lanjut avira
"bodoh.." ejek gabriel
avira melayangkan pukulan ke gabriel
"rasakan ini !" teriak avira
keduanya babak belur karena pertarungan dan tergeletak di tanah
"hahaha" tawa avira
"kenapa kau tertawa ?" tanya gabriel
"karena aku sangat senang dan kulampiaskan dengan tertawa.." jawab avira
"kau sangat bodoh" ucap gabriel sambil tersenyum dan avira membalasnya dengan senyum
angin berhembus perlahan, avira menyadari sesuatu
"aku dari tadi tidak melihat guru.." ucap avira
"dia sekarang sedang melaksanakan sebuah tugas" ucap gabriel
"jadi hari ini kita cuma latihan berdua.." lanjut avira
"sekarang Kau harus berlatih sendiri.." ucap gabriel sambil berdiri
"kau mau kemana ? " tanya avira
"aku akan bersantai.." jawab gabriel yang kemudian pergi
avira mulai berdiri dan berjalan pulang
"aku anggap saja tadi seperti latihan.. Sebaiknya aku pulang saja" pikir avira
"tunggu.." ucap bayu
"mengapa kau disini ?" tanya avira
"aku cuma lihat-lihat saja" jawab bayu
"kenapa kau sendiri disini.. Kemana guru pengajarmu.." tanya bayu
"dia sedang ada tugas.. Dan hari ini tidak ada latihan" jawab avira
"mungkin dia orangnya.." pikir bayu
"apa kau tidak mau waktumu terbuang sia-sia ?" tanya bayu
"sebenarnya hari ini aku sangat ingin berlatih tapi tidak ada yang menemani" jawab avira
"aku kesini ingin melihat kau berlatih.. Aku akan mengajarimu sesuatu.." ucap bayu
bersambung.
"bagi kami uang adalah segalanya.." ucap terant
"misi tentang apa?" tanya thana
"misi itu tidak akan ku jelaskan di tempat seperti ini.. Tapi pertama-tama aku akan menjadikan kalian lebih kuat lagi" jawab yohanes
"apakah itu bisa dilakukan?" tanya thana lagi
"tidak ada yang mustahil di dunia ini.. Sekarang pergilah aku tidak mau ada yang melihat ini" jawab yohanes
"baik.. Semua kita kembali" perintah thana yang kemudian semua perampok kembali ke markas
"sekarang presentase rencana ini berhasil akan lebih besar.. Gabriel ayo kita pergi.." ajak yohanes
"baik ayah" ucap gabriel
di tempat lain kakek avira dan bayu sedang berjalan pulang
"apa yang sedang kau pikirkan santos?" tanya bayu
"tidak ada" jawab santos
"dan jangan memanggilku dengan nama itu.." saran santos
"APA..!" teriak bayu
"jangan berteriak di sini !" bentak santos
"kau juga berteriak tahu.. Lagi pula lihat itu" ucap bayu
"disana..." ucAp santos
bayu dan santos berlari menuju tempat kejadian pertarungan gabriel dan para perampok yang sudah selesei
"sepertinya tadi telah terjadi pertarungan" ucap bayu
santos hanya terdiam.
"bagaimana dengan avira?" tanya santos
lalu bayu memeriksa keadaan sekitar,, mata bayu melotot merasakan kekuatan salah satu petarung disini
"bukan dia tidak disini.. Aku merasakan energi yang besar disini" jawab bayu
"Akhirnya orang itu kesini juga.." guman santos
"siapa? Apa dia temanmu?" tanya bayu
"bukan.. Ayo kita segera pulang" ajak santos
"sekarang kau jadi tambah kawatir.." ucap bayu
"kau belum tahu saja energi yang kau rasakan berasal dari mana.." sanggah santos
"baik Sampai disini saja pertemuan kita.. Aku harus mengkonfirmasi kejadian ini pada tim penyelidik" ucap bayu yang kemudian pergi
"sebelum pulang.. aku akan memastikan dan melihat sendiri kejadian disini dulu" pikir santos
lalu memegang spiritnya.
Hari sudah menjelang siang,, di dalam hutan avira berlari memecah kesunyian hutAn
"sial aku terlambat.." pikir avira
"kau terlambat" ucap gabriel yang sudah berada di tempat latihan
"hosh..hosh..hosh
apa kau tahu jarak rumah dengan tempat latihan lumayan jauh!" teriak avira
"kau saja yang terlalu malas, lambat, bodoh.." ejek gabriel
"apa kau menantangku" ucap avira sambil mengadu dahi dengan gabriel
"apa katamu bodoh" ucap gabriel
"kalau berani katakan sekali lagi," lanjut avira
"bodoh.." ejek gabriel
avira melayangkan pukulan ke gabriel
"rasakan ini !" teriak avira
keduanya babak belur karena pertarungan dan tergeletak di tanah
"hahaha" tawa avira
"kenapa kau tertawa ?" tanya gabriel
"karena aku sangat senang dan kulampiaskan dengan tertawa.." jawab avira
"kau sangat bodoh" ucap gabriel sambil tersenyum dan avira membalasnya dengan senyum
angin berhembus perlahan, avira menyadari sesuatu
"aku dari tadi tidak melihat guru.." ucap avira
"dia sekarang sedang melaksanakan sebuah tugas" ucap gabriel
"jadi hari ini kita cuma latihan berdua.." lanjut avira
"sekarang Kau harus berlatih sendiri.." ucap gabriel sambil berdiri
"kau mau kemana ? " tanya avira
"aku akan bersantai.." jawab gabriel yang kemudian pergi
avira mulai berdiri dan berjalan pulang
"aku anggap saja tadi seperti latihan.. Sebaiknya aku pulang saja" pikir avira
"tunggu.." ucap bayu
"mengapa kau disini ?" tanya avira
"aku cuma lihat-lihat saja" jawab bayu
"kenapa kau sendiri disini.. Kemana guru pengajarmu.." tanya bayu
"dia sedang ada tugas.. Dan hari ini tidak ada latihan" jawab avira
"mungkin dia orangnya.." pikir bayu
"apa kau tidak mau waktumu terbuang sia-sia ?" tanya bayu
"sebenarnya hari ini aku sangat ingin berlatih tapi tidak ada yang menemani" jawab avira
"aku kesini ingin melihat kau berlatih.. Aku akan mengajarimu sesuatu.." ucap bayu
bersambung.
AVIRA chapter 14 - sebuah misi !!
(Di chapter sebelumnya gabriel sudah mengeluarkan sedikit kekuatan dari spiritnya dan pertarungan telah mencapai puncaknya)
"kalian.. Apa maksud dari membunuh semua pengendali di desa ini?" tanya gabriel
"Itu tidak ada hubunganya denganmu.." jawab orang pertama
"jika begitu bersiaplah menerima kematianmu.." ancam gabriel yang kemudian bersiap untuk menyerang
"jangan sombong bocah" ucap orang pertama
"kita buktikan saja.. Seorang bocah melawan 4 orang.." ucap orang kedua yang membuat semua tertawa
"hahaha" tawa semua perampok
"jangan tertawa dulu karena yang akan mengalahkan kalian adalah seorang bocah.." ucap gabriel
gabriel langsung menggenggam spiritnya yang berbentuk liontin.
"tunggu dulu gabriel.." ucap yohanes dari balik kegelapan hutan
"ayah.." ucap gabriel sambil menghentikan niatnya
yohanes berjalan keluar
"kalian semua.. Aku punya pekerjaan bagus untukmu" ucap yohanes memberi penawaran
"kami tidak menerima perintah dari siapapun.." ucap orang pertama
gabriel dan yohanes Hanya terdiam.
"teran, sarant cepat Menjauh" perintah orang pertama
"apa yang akan kau lakukan?" tanya yohanes
teran dan sarant pergi menjauh.
"ini adalah kekuatan spiritku.. Kekuatan yang tak pernah di lihat oleh siapapun.. Kekuatan yang menyamai para dewa" ucap orang pertama
"kekuatan yang menyamai para dewa katamu.. Apa kau bercanda.." sela yohanes
"ya benar dan sekarang tamatlah riwayatmu" ucap orang pertama
di tempat lain, di kedai mie.
"aku senang sekali" ucap kakek avira
"kau seharusnya cepat pulang.." perintah bayu
"aku kesinikan mau menemuimu.. Kenapa kau berkata begitu?" tanya kakek avira
"kita disini karena punya sebuah misi bila gagal kita akan mati.." kata bayu menyarankan
"kita tak akan gagal.." ucap kakek avira
"tapi bila ku perhatikan ada yang aneh tentang anak itu.." ucap bayu
"memang dia anak yang aneh.." sela kakek avira
"ini bukan tentang avira tapi temannya.. Kau belum pernah melihatnya kan" ucap bayu
bulan nampak terlihat bulat sempurna.
"apa maksudmu?" tanya Kakek avira
"dari segi penampilan dia mirip sekali..." ucap bayu
kakek avira hanya terdiam
"ah mungkin cuma perasaanku saja.." lanjut bayu
kembali ke pertarungan yohanes.
Terlihat Pohon-pohon pada roboh
"jadi ini kekuatan dewa yang kau maksud hah.." ucap yohanes tersenyum
"kau hanya omong besar" ucap gabriel
"si..siapa sebenarnya kalian.." ucap orang pertama sambil bersembunyi di balik batang pohon
"penawaran yang tadi masih berlaku.. Berpikirlah bijak jika kau masih mau hidup.." ucap yohanes
semua perampok keluar dari persembunyianya
"namaku teran" ucap orang kedua
"namaku sarant" ucap orang ketiga
"dan aku barie" ucap orang keempat
"kelihatanya yang banyak omong adalah pemimpinya" ucap gabriel
orang pertamapun keluar dan memperkenalkan diri
"namaku thana.. Aku pemimpin kelompok ini" ucap thana.
"pilihan bagus.. Aku punya misi untuk kalian semua.. Tentu saja ada imbalanya jika kalian berhasil" ucap yohanes
bersambung.
"kalian.. Apa maksud dari membunuh semua pengendali di desa ini?" tanya gabriel
"Itu tidak ada hubunganya denganmu.." jawab orang pertama
"jika begitu bersiaplah menerima kematianmu.." ancam gabriel yang kemudian bersiap untuk menyerang
"jangan sombong bocah" ucap orang pertama
"kita buktikan saja.. Seorang bocah melawan 4 orang.." ucap orang kedua yang membuat semua tertawa
"hahaha" tawa semua perampok
"jangan tertawa dulu karena yang akan mengalahkan kalian adalah seorang bocah.." ucap gabriel
gabriel langsung menggenggam spiritnya yang berbentuk liontin.
"tunggu dulu gabriel.." ucap yohanes dari balik kegelapan hutan
"ayah.." ucap gabriel sambil menghentikan niatnya
yohanes berjalan keluar
"kalian semua.. Aku punya pekerjaan bagus untukmu" ucap yohanes memberi penawaran
"kami tidak menerima perintah dari siapapun.." ucap orang pertama
gabriel dan yohanes Hanya terdiam.
"teran, sarant cepat Menjauh" perintah orang pertama
"apa yang akan kau lakukan?" tanya yohanes
teran dan sarant pergi menjauh.
"ini adalah kekuatan spiritku.. Kekuatan yang tak pernah di lihat oleh siapapun.. Kekuatan yang menyamai para dewa" ucap orang pertama
"kekuatan yang menyamai para dewa katamu.. Apa kau bercanda.." sela yohanes
"ya benar dan sekarang tamatlah riwayatmu" ucap orang pertama
di tempat lain, di kedai mie.
"aku senang sekali" ucap kakek avira
"kau seharusnya cepat pulang.." perintah bayu
"aku kesinikan mau menemuimu.. Kenapa kau berkata begitu?" tanya kakek avira
"kita disini karena punya sebuah misi bila gagal kita akan mati.." kata bayu menyarankan
"kita tak akan gagal.." ucap kakek avira
"tapi bila ku perhatikan ada yang aneh tentang anak itu.." ucap bayu
"memang dia anak yang aneh.." sela kakek avira
"ini bukan tentang avira tapi temannya.. Kau belum pernah melihatnya kan" ucap bayu
bulan nampak terlihat bulat sempurna.
"apa maksudmu?" tanya Kakek avira
"dari segi penampilan dia mirip sekali..." ucap bayu
kakek avira hanya terdiam
"ah mungkin cuma perasaanku saja.." lanjut bayu
kembali ke pertarungan yohanes.
Terlihat Pohon-pohon pada roboh
"jadi ini kekuatan dewa yang kau maksud hah.." ucap yohanes tersenyum
"kau hanya omong besar" ucap gabriel
"si..siapa sebenarnya kalian.." ucap orang pertama sambil bersembunyi di balik batang pohon
"penawaran yang tadi masih berlaku.. Berpikirlah bijak jika kau masih mau hidup.." ucap yohanes
semua perampok keluar dari persembunyianya
"namaku teran" ucap orang kedua
"namaku sarant" ucap orang ketiga
"dan aku barie" ucap orang keempat
"kelihatanya yang banyak omong adalah pemimpinya" ucap gabriel
orang pertamapun keluar dan memperkenalkan diri
"namaku thana.. Aku pemimpin kelompok ini" ucap thana.
"pilihan bagus.. Aku punya misi untuk kalian semua.. Tentu saja ada imbalanya jika kalian berhasil" ucap yohanes
bersambung.
Kamis, 24 November 2011
AVIRA chapter 13 - kekuatan GABRIEL
(pada cerita sebelumnya avira yang berpisah di tengah jalan dengan gabriel tidak tahu bahwa gabriel sedang terdesak di kepung oleh 4 orang perampok tak di kenal yang masing-masing mempunyai senjata)
*WUSH
Di kanan dan kiri gabriel munculah
puluhan anak panah.
"perangkap ini di buat untuk membunuh.. Bahkan harimaupun yang mempunyai kecepatan melebihi manusia mati bila memasuki batas wilayah terlarang ini, itulah mengapa kami semua berada agak jauh dari musuh.." pikir orang pertama yang kelihatan seperti pemimpin kelompok mereka
gabriel hanya diam saja di tempatnya berdiri, lalu...
*trak.. Trak.. Trak..
Gabriel melompat ke atas menghindari puluhan panah..
"kalian hanya perampok kelas teri.." ejek gabriel
"tentunya bukan cuma itu saja.." ucap orang pertama sambil bersiap membidik
*srruuutttt..
"kena kau!" teriak orang pertama sambil melepas anak panahnya yang diarahkan ke gabriel
gabriel tersenyum dan berhasil menangkap anak panah di tangan..
"sekarang akan ku ambil nyawamu!" teriak Gabriel sambil melempar anak panah menuju orang pertama
*trak
lemparan gabriel meleset dan menancap di pohon tepat di samping orang pertama yang terkejut
"di.. Dia bisa menangkap seranganku.." pikir orang pertama
gabriel berlari maju menuju orang pertama.
"Kalian.. jalankan rencana B !" teriak orang pertama sambil membidik lagi
"kali ini kau tidak akan bisa menghindar.." pikir orang pertama
dari atas gabriel jatuh jaring perangkap.
"ini.." pikir gabriel sambil memegang spiritnya
"ini tidak ada gunanya tahu.." ucap gabriel
gabriel melompat ke arah kiri dan berhasil menghindari perangkap jaring
"tapi bukan itu intinya.. Kami adalah kelompok kecil dari sisa-sisa korban perang yang dahulu pernah terjadi.." ucap orang pertama bersiap melepas anak panahnya
"sekarang!" perintah orang pertama
*shut.. Shut.. Shut..
Kedua Tangan gabriel di lilit cambuk dari kiri, kanan, belakang dan di tarik sampai tubuh gabriel terlentang tak bisa bergerak
"bagaimana caramu menghindar jika tubuhmu saja Tidak bisa bergerak.." ucap orang pertama
"sudah ku bilang semua itu hanya sia-sia saja.." ucap gabriel
"jangan sombong.. Kau bocah.." ucap orang pertama
"kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa.." ucap gabriel santai
"selamat tinggal bocah" ucap orang pertama
*sruuttt...
Anak panah telah di lepaskan
Di tempat lain avira sedang tidur di dalam kamar
"kenapa.. Aku terus memikirkan dia.." pikir avira sambil memandang ke atas
"apa yang sedang dia kerjakan.. Hah kenapa aku jadi memikirkan dia lebih baik tidur karena besok akan jadi hari dimana aku menjadi kuat" pikir avira yang kemudian memejamkan matanya
Kembali ke tempat pertarungan gabriel
"hahahaha.." tawa semua perampok
"Kau memang banyak omong saja.." ucap orang pertama
*tes.. Tes.. Tes..
Gabriel nampak tidak percaya bahwa dia telah tertusuk panah
"i..in..ini tidak mungkin" ucap gabriel
semua tali cambuk yang melilit terlepas sehingga gabriel jatuh ke belakang..
"kita bisa melakukan ini sampai para pengendali element di Desa ini habis" ucap orang kedua sambil merapikan cambuknya
"jangan terburu-buru.. Cepat ambil semua barang berharga yang dia miliki.." perintah orang pertama
lalu orang kedua dan ketiga keluar dari semak-semak mendekati tubuh gabriel tapi tiba-tiba dari belakang orang kedua muncul gabriel dan menendang tubuhnya sampai terlempar jauh kedepan.
"kau.. Kenapa masih hidup bahkan tadi aku melihat dengan jelas bahwa kau sudah mati tergeletak" ucap orang kedua gugup
"jadi kau pengguna SPIRIT.. Tak ku sangka anak sepertimu bisa menggunakanya.." ucap orang pertama
"kekuatan spiritku adalah ilusi.. tapi tidak hanya itu saja.." ucap gabriel
dan tubuh gabriel yang mati tergeletak perlahan menghilang.
Bersambung.
*WUSH
Di kanan dan kiri gabriel munculah
puluhan anak panah.
"perangkap ini di buat untuk membunuh.. Bahkan harimaupun yang mempunyai kecepatan melebihi manusia mati bila memasuki batas wilayah terlarang ini, itulah mengapa kami semua berada agak jauh dari musuh.." pikir orang pertama yang kelihatan seperti pemimpin kelompok mereka
gabriel hanya diam saja di tempatnya berdiri, lalu...
*trak.. Trak.. Trak..
Gabriel melompat ke atas menghindari puluhan panah..
"kalian hanya perampok kelas teri.." ejek gabriel
"tentunya bukan cuma itu saja.." ucap orang pertama sambil bersiap membidik
*srruuutttt..
"kena kau!" teriak orang pertama sambil melepas anak panahnya yang diarahkan ke gabriel
gabriel tersenyum dan berhasil menangkap anak panah di tangan..
"sekarang akan ku ambil nyawamu!" teriak Gabriel sambil melempar anak panah menuju orang pertama
*trak
lemparan gabriel meleset dan menancap di pohon tepat di samping orang pertama yang terkejut
"di.. Dia bisa menangkap seranganku.." pikir orang pertama
gabriel berlari maju menuju orang pertama.
"Kalian.. jalankan rencana B !" teriak orang pertama sambil membidik lagi
"kali ini kau tidak akan bisa menghindar.." pikir orang pertama
dari atas gabriel jatuh jaring perangkap.
"ini.." pikir gabriel sambil memegang spiritnya
"ini tidak ada gunanya tahu.." ucap gabriel
gabriel melompat ke arah kiri dan berhasil menghindari perangkap jaring
"tapi bukan itu intinya.. Kami adalah kelompok kecil dari sisa-sisa korban perang yang dahulu pernah terjadi.." ucap orang pertama bersiap melepas anak panahnya
"sekarang!" perintah orang pertama
*shut.. Shut.. Shut..
Kedua Tangan gabriel di lilit cambuk dari kiri, kanan, belakang dan di tarik sampai tubuh gabriel terlentang tak bisa bergerak
"bagaimana caramu menghindar jika tubuhmu saja Tidak bisa bergerak.." ucap orang pertama
"sudah ku bilang semua itu hanya sia-sia saja.." ucap gabriel
"jangan sombong.. Kau bocah.." ucap orang pertama
"kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa.." ucap gabriel santai
"selamat tinggal bocah" ucap orang pertama
*sruuttt...
Anak panah telah di lepaskan
Di tempat lain avira sedang tidur di dalam kamar
"kenapa.. Aku terus memikirkan dia.." pikir avira sambil memandang ke atas
"apa yang sedang dia kerjakan.. Hah kenapa aku jadi memikirkan dia lebih baik tidur karena besok akan jadi hari dimana aku menjadi kuat" pikir avira yang kemudian memejamkan matanya
Kembali ke tempat pertarungan gabriel
"hahahaha.." tawa semua perampok
"Kau memang banyak omong saja.." ucap orang pertama
*tes.. Tes.. Tes..
Gabriel nampak tidak percaya bahwa dia telah tertusuk panah
"i..in..ini tidak mungkin" ucap gabriel
semua tali cambuk yang melilit terlepas sehingga gabriel jatuh ke belakang..
"kita bisa melakukan ini sampai para pengendali element di Desa ini habis" ucap orang kedua sambil merapikan cambuknya
"jangan terburu-buru.. Cepat ambil semua barang berharga yang dia miliki.." perintah orang pertama
lalu orang kedua dan ketiga keluar dari semak-semak mendekati tubuh gabriel tapi tiba-tiba dari belakang orang kedua muncul gabriel dan menendang tubuhnya sampai terlempar jauh kedepan.
"kau.. Kenapa masih hidup bahkan tadi aku melihat dengan jelas bahwa kau sudah mati tergeletak" ucap orang kedua gugup
"jadi kau pengguna SPIRIT.. Tak ku sangka anak sepertimu bisa menggunakanya.." ucap orang pertama
"kekuatan spiritku adalah ilusi.. tapi tidak hanya itu saja.." ucap gabriel
dan tubuh gabriel yang mati tergeletak perlahan menghilang.
Bersambung.
Minggu, 06 November 2011
AVIRA chapter 12 - benih persahabatan
(Di chapter sebelumnya saat avira dan gabriel akan pulang ada 4 orang yang sedang mempersiapkan jebakan di dalam hutan. Dan datangnya kakek avira ke kedai mie yang membawa kabar buruk kepada bayu)
"memangnya ada apa.. Datang kesini cuma merusak kesenangan.." ucap bayu kesal
"ada sesuatu yang sangat mengkawatirkan" tanggap kakek avira
"huh.. Pasti tentang kekonyolanmu yang sudah mendarah daging pada dirimu" sela bayu
kakek avira lalu duduk di samping bayu
"ini serius" sambung kakek avira dengan tatapan penuh keseriusan
"sebenarnya apa yang ingin kau katakan?" ucap bayu sambil menatapnya
"aku tersesat!" bisik kakek avira
"kau! Mengagetkanku saja" ucap bayu sambil menjitak kepala kakek avira
"uhh.." rintih kakek avira
"kau itu selalu mengagetkan orang tahu!" teriak bayu
"ini juga sangat berbahaya.. Jika aku tidak bisa pulang tidak ada yang akan menjaga anak itu.." ucap kakek avira
"mengapa kita di suruh menjaganya sedangkan dia bahkan jauh lebih kuat dari kita berdua.." balas bayu
"itu Karna dia.." ucap kakek avira terhenti
"cukup kita tidak boleh berbincang-bincang serius di tempat umum seperti ini sesuai perintah.." sela bayu
"lagi pula dia masih anak-anak" jelas kakek avira
"tadi aku bertemu dengan avira dan dia bersama dengan temanya.. Apa kau tahu itu?" tanya bayu
"ya aku tahu, dan untuk merayakan masa lalu kita sekarang kita akan senang-senang.." ajak kakek avira
"hey.. Apa kau tidak kawatir" ucap bayu
di tempat lain avira dan gabriel sedang berjalan masuk ke hutan dan mereka berpisah karena jalan rumah avira dan gabriel berlawanan.
"sampai ketemu besok pagi.." ucap avira
"ya.. Hati-hatilah di jalan karena ku dengar di sini banyak hantunya" ucap gabriel
"apa itu benar?" tanya avira gemetar
"kurasa kau ketakutan.. Hahaha" ejek gabriel
"siapa yang takut.. Tubuhku gemetar karena aku kedinginan tahu.." sanggah avira
lalu avira berjalan menjauh dan menengok ke gabriel sambil tersenyum.
"hehehe" tawa avira
begitu pula dengan gabriel yang menengok ke avira sambil tersenyum.
"kurasa aku akan Suka tinggal lebih lama di sini" pikir gabriel
*sreek.. Sreek..
"itu dia datang" ucap orang pertama
terlihat orang pertama memakai senjata panah, orang kedua cambuk di tangan kiri, orang ketiga cambuk di tangan kanan , dan orang keempat cambuk di kedua tanganya.
*tap. tap. tap
gabriel berjalan menyusuri semak-semak tapi tiba-tiba datang anak panah dari arah depan yang berhasil di hindarinya hanya dengan sedikit menggeser tubuhnya
*wush
"ini sungguh merepotkan Merusak hari yang spesial ini.. Akanku buat cepat untuk kalian" ucap gabriel sambil mengeluarkan spirit yang berupa kalung
"sekarang.." perintah orang pertama
"baik" ucap orang kedua dan ketiga
di kanan dan kiri gabriel munculah puluhan panah yang mengarah pada gabriel
posisi musuh gabriel berada pada depan orang dengan senjata anak panah, kanan n kiri cambuk di salah satu tanganya, serta dari belakang cambuk di kedua tanganya
bersambung.
"memangnya ada apa.. Datang kesini cuma merusak kesenangan.." ucap bayu kesal
"ada sesuatu yang sangat mengkawatirkan" tanggap kakek avira
"huh.. Pasti tentang kekonyolanmu yang sudah mendarah daging pada dirimu" sela bayu
kakek avira lalu duduk di samping bayu
"ini serius" sambung kakek avira dengan tatapan penuh keseriusan
"sebenarnya apa yang ingin kau katakan?" ucap bayu sambil menatapnya
"aku tersesat!" bisik kakek avira
"kau! Mengagetkanku saja" ucap bayu sambil menjitak kepala kakek avira
"uhh.." rintih kakek avira
"kau itu selalu mengagetkan orang tahu!" teriak bayu
"ini juga sangat berbahaya.. Jika aku tidak bisa pulang tidak ada yang akan menjaga anak itu.." ucap kakek avira
"mengapa kita di suruh menjaganya sedangkan dia bahkan jauh lebih kuat dari kita berdua.." balas bayu
"itu Karna dia.." ucap kakek avira terhenti
"cukup kita tidak boleh berbincang-bincang serius di tempat umum seperti ini sesuai perintah.." sela bayu
"lagi pula dia masih anak-anak" jelas kakek avira
"tadi aku bertemu dengan avira dan dia bersama dengan temanya.. Apa kau tahu itu?" tanya bayu
"ya aku tahu, dan untuk merayakan masa lalu kita sekarang kita akan senang-senang.." ajak kakek avira
"hey.. Apa kau tidak kawatir" ucap bayu
di tempat lain avira dan gabriel sedang berjalan masuk ke hutan dan mereka berpisah karena jalan rumah avira dan gabriel berlawanan.
"sampai ketemu besok pagi.." ucap avira
"ya.. Hati-hatilah di jalan karena ku dengar di sini banyak hantunya" ucap gabriel
"apa itu benar?" tanya avira gemetar
"kurasa kau ketakutan.. Hahaha" ejek gabriel
"siapa yang takut.. Tubuhku gemetar karena aku kedinginan tahu.." sanggah avira
lalu avira berjalan menjauh dan menengok ke gabriel sambil tersenyum.
"hehehe" tawa avira
begitu pula dengan gabriel yang menengok ke avira sambil tersenyum.
"kurasa aku akan Suka tinggal lebih lama di sini" pikir gabriel
*sreek.. Sreek..
"itu dia datang" ucap orang pertama
terlihat orang pertama memakai senjata panah, orang kedua cambuk di tangan kiri, orang ketiga cambuk di tangan kanan , dan orang keempat cambuk di kedua tanganya.
*tap. tap. tap
gabriel berjalan menyusuri semak-semak tapi tiba-tiba datang anak panah dari arah depan yang berhasil di hindarinya hanya dengan sedikit menggeser tubuhnya
*wush
"ini sungguh merepotkan Merusak hari yang spesial ini.. Akanku buat cepat untuk kalian" ucap gabriel sambil mengeluarkan spirit yang berupa kalung
"sekarang.." perintah orang pertama
"baik" ucap orang kedua dan ketiga
di kanan dan kiri gabriel munculah puluhan panah yang mengarah pada gabriel
posisi musuh gabriel berada pada depan orang dengan senjata anak panah, kanan n kiri cambuk di salah satu tanganya, serta dari belakang cambuk di kedua tanganya
bersambung.
AVIRA chapter 11 - sebab penundaan latihan !?
(Dalam cerita sebelumnya avira dan gabriel pergi ke festival,,
mereka lalu makan di sebuah
kedai dan mereka bertemu bayu)
"bagaimana kabarmu avira ?" tanya bayu
"kau kan yang waktu itu.. " ucap avira
"siapa dia avira?" tanya gabriel
"dia adalah teman kakekku.." jawab avira
kemudian bayu duduk di sebelah avira dan memesan 3 mangkok mie
"pak mie ayamnya 3, tenang saja aku yang traktir.. bagaimana keadaanmu avira.. kau akan pingsan ketika mengendalikan element apa itu benar" ucap bayu
"bagaimana kau tahu tentang itu?" tanya avira
"huh.. Sepertinya benar." kata bayu
gabriel terlihat terdiam memperhatikan pembicaraan,, lalu pelayan toko memberikan 3 mangkok mie
"ini mienya silakan dinikmati" ucap pelayan kedai mengantarkan pesanan
"kau itu bisa di ibaratkan seperti 2 buah sumpit.. Jika hanya menggunakan 1 sumpit kita pasti tidak bisa mengambil dan memakan mie ini.. Namun lain hal jika menggunakan 2 sumpit, kita akan mudah mengambil mie seperti ini.." ucap bayu sambil memegang sumpit Yang Membuat avira kebingungan
"aku tidak paham apa yang kau bicarakan.. Hehehe" ucap avira yang tidak tahu apa maksud perkataan bayu
"maksudnya tubuh dan kekuatanmu tidak seimbang.." ucap gabriel meluruskan
"bisa di bilang begitu" ucap bayu
avira jadi teringat tentang penundaan latihanya
"kalau begitu latihan fisik yang kita lakukan untuk mengimbangi antara kekuatan dan tubuh" ucap avira
"sepertinya begitu" sanggah gabriel
*kriiuukkk
suara perut avira dan gabriel
"sepertinya kalian sudah lapar.. Jangan sungkan silakan di nikmati" ucap bayu
"baik!" ucap avira
"teman kakekku orangnya baik.. Tapi kelihatanya dia sangat kuat" pikir avira sambil menikmati mienya
di tempat lain di dalam hutan
"apa perangkapnya sudah siap?" tanya orang pertama
"semua sudah siap" jawab orang kedua
"ini akan jadi sulit jadi semuanya bersiaplah" ucap orang ketiga
"dia hanya anak kecil" kata orang keempat
"bukan dia yang harus kita kawatirkan.." ucap orang ketiga
dan nampak 4 orang Sedang mempersiapkan perangkap untuk seseorang
kembali ke kedai mie
"hah.. Kenyangnya" ucap avira
"kelihatanya kau suka makan mie" ucap bayu
"sebenarnya aku suka dengan semua makanan" ucap avira tersenyum
"kelihatanya sudah malam avira.. kita pulang sekarang" ajak gabriel
"baiklah.. Kakak kami pulang dulu ya.." ucap avira
"anak yang unik" pikir bayu yang di selingi tawa
tidak berapa lama datanglah kakek avira ke kedai mie
"bayu ada masalah.." ucap kakek avira
bersambung.
mereka lalu makan di sebuah
kedai dan mereka bertemu bayu)
"bagaimana kabarmu avira ?" tanya bayu
"kau kan yang waktu itu.. " ucap avira
"siapa dia avira?" tanya gabriel
"dia adalah teman kakekku.." jawab avira
kemudian bayu duduk di sebelah avira dan memesan 3 mangkok mie
"pak mie ayamnya 3, tenang saja aku yang traktir.. bagaimana keadaanmu avira.. kau akan pingsan ketika mengendalikan element apa itu benar" ucap bayu
"bagaimana kau tahu tentang itu?" tanya avira
"huh.. Sepertinya benar." kata bayu
gabriel terlihat terdiam memperhatikan pembicaraan,, lalu pelayan toko memberikan 3 mangkok mie
"ini mienya silakan dinikmati" ucap pelayan kedai mengantarkan pesanan
"kau itu bisa di ibaratkan seperti 2 buah sumpit.. Jika hanya menggunakan 1 sumpit kita pasti tidak bisa mengambil dan memakan mie ini.. Namun lain hal jika menggunakan 2 sumpit, kita akan mudah mengambil mie seperti ini.." ucap bayu sambil memegang sumpit Yang Membuat avira kebingungan
"aku tidak paham apa yang kau bicarakan.. Hehehe" ucap avira yang tidak tahu apa maksud perkataan bayu
"maksudnya tubuh dan kekuatanmu tidak seimbang.." ucap gabriel meluruskan
"bisa di bilang begitu" ucap bayu
avira jadi teringat tentang penundaan latihanya
"kalau begitu latihan fisik yang kita lakukan untuk mengimbangi antara kekuatan dan tubuh" ucap avira
"sepertinya begitu" sanggah gabriel
*kriiuukkk
suara perut avira dan gabriel
"sepertinya kalian sudah lapar.. Jangan sungkan silakan di nikmati" ucap bayu
"baik!" ucap avira
"teman kakekku orangnya baik.. Tapi kelihatanya dia sangat kuat" pikir avira sambil menikmati mienya
di tempat lain di dalam hutan
"apa perangkapnya sudah siap?" tanya orang pertama
"semua sudah siap" jawab orang kedua
"ini akan jadi sulit jadi semuanya bersiaplah" ucap orang ketiga
"dia hanya anak kecil" kata orang keempat
"bukan dia yang harus kita kawatirkan.." ucap orang ketiga
dan nampak 4 orang Sedang mempersiapkan perangkap untuk seseorang
kembali ke kedai mie
"hah.. Kenyangnya" ucap avira
"kelihatanya kau suka makan mie" ucap bayu
"sebenarnya aku suka dengan semua makanan" ucap avira tersenyum
"kelihatanya sudah malam avira.. kita pulang sekarang" ajak gabriel
"baiklah.. Kakak kami pulang dulu ya.." ucap avira
"anak yang unik" pikir bayu yang di selingi tawa
tidak berapa lama datanglah kakek avira ke kedai mie
"bayu ada masalah.." ucap kakek avira
bersambung.
Sabtu, 29 Oktober 2011
AVIRA chapter 10 - malam di festival...
(pada chapter sebelumnya avira yang hendak melakukan latihan tahap kedua, di kejutkan dengan penundaan latihan)
avira dan gabriel melakukan push up
"hosh, 99.. 100.." ucap avira
"kau... lama..." ucap gabriel
"apa katamu!" teriak avira sambil menoleh ke gabriel
avira melihat gabriel tidak merasa lelah sama sekali
"apa-apaan ini dia bahkan tidak menganggap ini seperti latihan.." pikir avira
"hey jangan hanya bengong.. Sekarang kita harus lari.." ajak gabriel
"aku tahu.. Aku kan cuma istirahat sebentar.." ucap avira memalingkan wajahnya
"resiko tanggung sendiri!" ucap gabriel sambil lari keliling lapangan
avira melihat yohanes yang sedang tertawa
"he,he,he" tawa yohanes yang menyeramkam sambil mendekat ke avira
"sudah waktunya aku harus lari" pikir avira sambil berlari menyusul mendahului gabriel
"apa kataku dia pasti ketakutan.." ucap gabriel
hari sudah sore dan semua latihanpun sudah selesei
"apa kau tahu nanti malam ada festival di kota.." ucap seseorang yang lewat.
"semua orang Pasti tahu karena nanti akan jadi malam yang indah.. Ayo kita nonton sama-sama" jawab temanya.
Avira yang tidak sengaja mendengarnya juga ingin melihat festival itu
"hei, apa kau nanti ada waktu gabriel?" tanya avira dengan wajah sedikit malu
"apa maksudmu, apa kau mau mengajaku pergi ke festival itu" jawab gabriel
avira tampak terdiam karena tidak ada teman yang di ajaknya selain gabriel, gabriel melihat avira yang dalam keadaan seperti itu membuatnya ingin menghiburnya dengan mengajaknya pergi ke festival.
"apa kau mau pergi ke festival itu bersamaku?" tanya gabriel dengan wajah yang keren
"kalau kau memaksa aku mau saja" jawab avira yang agak malu untuk mengakui kalau dia sangat menginginkan itu
"ayah bolehkan?" tanya gabriel kepada yohanes
"tentu saja aku memperbolehkanya" jawab yohanes sambil tersenyum
"nanti malam aku tunggu di kota" ucap gabriel
"baiklah sekarang aku mau pulang" ucap avira
di perjalanan pulang avira tersenyum, begitupun dengan gabriel
di rumah avira, Di meja makan
"kek, Nanti aku mau pergi lihat festival.." ucap avira
"baik biar kakek temani.." ucap sang kakek
"tidak perlu kek, nanti ada yang menemaniku" kata avira
"ho,ho, ternyata cucuku sudah besar.. Apa dia cantik" tanya kakeknya
"dia cowok kek.. Lagi pula aku kan belum mengerti soal yang begituan" ucap avira kesal
"hehe, memang siapa nama temanmu itu?" tanya kakeknya
"gabriel kek dia anak guru pelatihku.. Sudah dulu kek aku mau pergi mungkin dia sudah menungguku.." ucap avira yang kemudian pergi
"hati-hatilah nak" ucap kakeknya
avira berlari menuju ke kota untuk menemui gabriel
"hei," teriak avira sambil berlari
"aku kira kau tak datang" ucap gabriel
"kenapa sih kau selalu berpikiran negativ.." ucap avira
"sudahlah ayo kita senang-senang" ajak gabriel
avira dan gabriel memasuki kota dan memainkan beberapa permainan
pada permainan lempar bola terlihat ada 3 buah kaleng yang belum jatuh
"aku pasti bisa mengalahkanmu" pikir avira sambil tersenyum
avira melemparkan bola sampai 3x tapi tidak ada yang kena
"kau payah" ucap gabriel
"itu karena tanganku sakit tadi saat latihan berlebihan" sanggah avira
"kau memang berisik dan manja" guman gabriel
"apa katamu?" tanya avira
"bukan sesuatu tentangmu" jawab gabriel
gabriel mendapat hadiah berupa 2 pasang kalung bertuliskan FRIEND FOREVER dan yang satu di berikan kepada avira
"ini untukmu dan jangan lupakan tentang malam ini" ucap gabriel membuat avira tersenyum
mereka melanjutkanya dengan melihat-lihat di festival
mereka lalu makan di sebuah kedai dan mereka bertemu bayu
"kita bertemu lagi ya avira.." ucap bayu
bersambung.
avira dan gabriel melakukan push up
"hosh, 99.. 100.." ucap avira
"kau... lama..." ucap gabriel
"apa katamu!" teriak avira sambil menoleh ke gabriel
avira melihat gabriel tidak merasa lelah sama sekali
"apa-apaan ini dia bahkan tidak menganggap ini seperti latihan.." pikir avira
"hey jangan hanya bengong.. Sekarang kita harus lari.." ajak gabriel
"aku tahu.. Aku kan cuma istirahat sebentar.." ucap avira memalingkan wajahnya
"resiko tanggung sendiri!" ucap gabriel sambil lari keliling lapangan
avira melihat yohanes yang sedang tertawa
"he,he,he" tawa yohanes yang menyeramkam sambil mendekat ke avira
"sudah waktunya aku harus lari" pikir avira sambil berlari menyusul mendahului gabriel
"apa kataku dia pasti ketakutan.." ucap gabriel
hari sudah sore dan semua latihanpun sudah selesei
"apa kau tahu nanti malam ada festival di kota.." ucap seseorang yang lewat.
"semua orang Pasti tahu karena nanti akan jadi malam yang indah.. Ayo kita nonton sama-sama" jawab temanya.
Avira yang tidak sengaja mendengarnya juga ingin melihat festival itu
"hei, apa kau nanti ada waktu gabriel?" tanya avira dengan wajah sedikit malu
"apa maksudmu, apa kau mau mengajaku pergi ke festival itu" jawab gabriel
avira tampak terdiam karena tidak ada teman yang di ajaknya selain gabriel, gabriel melihat avira yang dalam keadaan seperti itu membuatnya ingin menghiburnya dengan mengajaknya pergi ke festival.
"apa kau mau pergi ke festival itu bersamaku?" tanya gabriel dengan wajah yang keren
"kalau kau memaksa aku mau saja" jawab avira yang agak malu untuk mengakui kalau dia sangat menginginkan itu
"ayah bolehkan?" tanya gabriel kepada yohanes
"tentu saja aku memperbolehkanya" jawab yohanes sambil tersenyum
"nanti malam aku tunggu di kota" ucap gabriel
"baiklah sekarang aku mau pulang" ucap avira
di perjalanan pulang avira tersenyum, begitupun dengan gabriel
di rumah avira, Di meja makan
"kek, Nanti aku mau pergi lihat festival.." ucap avira
"baik biar kakek temani.." ucap sang kakek
"tidak perlu kek, nanti ada yang menemaniku" kata avira
"ho,ho, ternyata cucuku sudah besar.. Apa dia cantik" tanya kakeknya
"dia cowok kek.. Lagi pula aku kan belum mengerti soal yang begituan" ucap avira kesal
"hehe, memang siapa nama temanmu itu?" tanya kakeknya
"gabriel kek dia anak guru pelatihku.. Sudah dulu kek aku mau pergi mungkin dia sudah menungguku.." ucap avira yang kemudian pergi
"hati-hatilah nak" ucap kakeknya
avira berlari menuju ke kota untuk menemui gabriel
"hei," teriak avira sambil berlari
"aku kira kau tak datang" ucap gabriel
"kenapa sih kau selalu berpikiran negativ.." ucap avira
"sudahlah ayo kita senang-senang" ajak gabriel
avira dan gabriel memasuki kota dan memainkan beberapa permainan
pada permainan lempar bola terlihat ada 3 buah kaleng yang belum jatuh
"aku pasti bisa mengalahkanmu" pikir avira sambil tersenyum
avira melemparkan bola sampai 3x tapi tidak ada yang kena
"kau payah" ucap gabriel
"itu karena tanganku sakit tadi saat latihan berlebihan" sanggah avira
"kau memang berisik dan manja" guman gabriel
"apa katamu?" tanya avira
"bukan sesuatu tentangmu" jawab gabriel
gabriel mendapat hadiah berupa 2 pasang kalung bertuliskan FRIEND FOREVER dan yang satu di berikan kepada avira
"ini untukmu dan jangan lupakan tentang malam ini" ucap gabriel membuat avira tersenyum
mereka melanjutkanya dengan melihat-lihat di festival
mereka lalu makan di sebuah kedai dan mereka bertemu bayu
"kita bertemu lagi ya avira.." ucap bayu
bersambung.
AVIRA chapter 9 - penundaan latihan tahap 2...
(pada chapter sebelumnya pertarungan avira dengan bayu di menangkan bayu dan permintaan bayu adalah untuk menjadikan avira lebih kuat)
mendengar ucapan bayu avira hanya terdiam
"ya sudah aku pergi dulu" ucap bayu yang kemudian pergi
"tunggu!" teriak avira membuat bayu berhenti
"apa ada yang salah dengan ucapanku.." ucap bayu
"apa maksudmu kau berkata begitu.." ucap avira dengan nada lemah
"aku tidak bermaksud baik padamu.. Ini bisa di bilang sebuah dorongan agar lebih kuat.." ucap bayu
"dorongan, apa yang kau mau dariku.." ucap avira
"ini aku tidak bisa menjelaskan sekarang, pada saatnya nanti kau akan mengerti.. Aku juga sudah di tunggu seseorang jadi tidak bisa lama-lama di sini.." ucap bayu kemudian pergi
"sebuah dorongan ?" pikir avira
di tempat latihan terlihat gabriel dan yohanes sedang duduk menunggu avira,
avira kemudian datang
"maaf ya terlambat" ucap avira
"kau ini slalu terlambat.." ucap yohanes
"dia kan tidak ada niat mempelajari pengendalian udara" ejek gabriel
"kau Berisik" Ucap avira kesal
"kau tidak lupa kan tentang tekadmu" ucap gabriel
"aku pasti ingat.. Karena itu merupakan jalan hidupku" ucap avira
gabriel tersenyum
"kamu masih saja terlalu polos.." pikir gabriel
"guru sekarang kita akan masuk ke tahap 2 kan" ucap avira
"bukan, sekarang kita akan melakukan latihan fisik.. Mulai sekarang setiap pagi kalian harus push-up sebanyak 200 kali di tambah lari keliling lapangan 10 kali.. Kalian siap!" ucap yohanes membuat semua jadi tidak bersemangat untuk latihan
"apa?.. Kenapa kita harus melakukan kegiatan yang tidak ada hubunganya dengan suatu pengendalian guru" ucap avira
"ayahku pasti punya alasanya jadi kau tidak perlu mengeluh" ucap gabriel
"hey lalu kenapa wajahmu tampak kecewa" ucap avira
"kau tidak tahu sifat ayahku ya, sebaiknya kau turuti saja kemauanya sebelum dia menunjukan sifat aslinya.. Lihat saja dia.." bisik gabriel pada avira
"sifat asli?" ucap avira sambil menoleh ke yohanes
wajah yohanes nampak seram membuat avira ketakutan
"hmm, dia memang kelihatan berbeda" pikir avira
"baik aku setuju guru" ucap avira terpaksa
"begitu lebih baik, murid yang baik harus menurut pada gurunya.. Kalau begitu di tambah lagi shit-up sebanyak 100x " ucap yohanes
"masih di tambah lagi" ucap avira dengan wajah murung
"apa ada yang keberatan?" tanya yohanes dengan wajah seramnya
avira dan gabriel langsung menurut
"tidak guru!" ucap mereka berdua
bersambung.
mendengar ucapan bayu avira hanya terdiam
"ya sudah aku pergi dulu" ucap bayu yang kemudian pergi
"tunggu!" teriak avira membuat bayu berhenti
"apa ada yang salah dengan ucapanku.." ucap bayu
"apa maksudmu kau berkata begitu.." ucap avira dengan nada lemah
"aku tidak bermaksud baik padamu.. Ini bisa di bilang sebuah dorongan agar lebih kuat.." ucap bayu
"dorongan, apa yang kau mau dariku.." ucap avira
"ini aku tidak bisa menjelaskan sekarang, pada saatnya nanti kau akan mengerti.. Aku juga sudah di tunggu seseorang jadi tidak bisa lama-lama di sini.." ucap bayu kemudian pergi
"sebuah dorongan ?" pikir avira
di tempat latihan terlihat gabriel dan yohanes sedang duduk menunggu avira,
avira kemudian datang
"maaf ya terlambat" ucap avira
"kau ini slalu terlambat.." ucap yohanes
"dia kan tidak ada niat mempelajari pengendalian udara" ejek gabriel
"kau Berisik" Ucap avira kesal
"kau tidak lupa kan tentang tekadmu" ucap gabriel
"aku pasti ingat.. Karena itu merupakan jalan hidupku" ucap avira
gabriel tersenyum
"kamu masih saja terlalu polos.." pikir gabriel
"guru sekarang kita akan masuk ke tahap 2 kan" ucap avira
"bukan, sekarang kita akan melakukan latihan fisik.. Mulai sekarang setiap pagi kalian harus push-up sebanyak 200 kali di tambah lari keliling lapangan 10 kali.. Kalian siap!" ucap yohanes membuat semua jadi tidak bersemangat untuk latihan
"apa?.. Kenapa kita harus melakukan kegiatan yang tidak ada hubunganya dengan suatu pengendalian guru" ucap avira
"ayahku pasti punya alasanya jadi kau tidak perlu mengeluh" ucap gabriel
"hey lalu kenapa wajahmu tampak kecewa" ucap avira
"kau tidak tahu sifat ayahku ya, sebaiknya kau turuti saja kemauanya sebelum dia menunjukan sifat aslinya.. Lihat saja dia.." bisik gabriel pada avira
"sifat asli?" ucap avira sambil menoleh ke yohanes
wajah yohanes nampak seram membuat avira ketakutan
"hmm, dia memang kelihatan berbeda" pikir avira
"baik aku setuju guru" ucap avira terpaksa
"begitu lebih baik, murid yang baik harus menurut pada gurunya.. Kalau begitu di tambah lagi shit-up sebanyak 100x " ucap yohanes
"masih di tambah lagi" ucap avira dengan wajah murung
"apa ada yang keberatan?" tanya yohanes dengan wajah seramnya
avira dan gabriel langsung menurut
"tidak guru!" ucap mereka berdua
bersambung.
Selasa, 11 Oktober 2011
AVIRA chapter 8 - pertarungan tangan kosong...
(dalam cerita sebelumnya avira yang sedang menuju tempat latihan di kejutkan dengan kedatangan bayu)
"kakek tidak pernah bercerita.." pikir avira
"aku akan membantumu jika dalam kesulitan" jelas bayu
avira lalu berjalan tanpa menghiraukanya
"huh, kau memang punya 2 roh dalam tubuhmu.. Itu bisa di lihat dari tingkah-lakumu yang seperti orang kebingungan.." Pikir bayu
"Sesuatu tentang 2 kepribadian yang berbeda.." ucap bayu membuat avira berhenti dan kaget
"apa maksudmu?" tanya avira
"saya tidak bisa menjelaskanya sekarang.." jawab bayu
avira kemudian diam sejenak dan berpikir
"apakah dia memang benar teman kakekku.. Jika begitu dia pasti tahu bnyak tentang kakek.. " pikir avira
"hey kau, apa kau tahu mengapa kakekku selalu saja merahasiakan sesuatu.. " ucap avira
"saya tidak bisa memberitahunya.. Biar kakek anda saja yang menjelaskanya.." ucap bayu yang kemudian akan pergi
avira jadi kesal dan menantang bayu bertarung
"tunggu sebentar !!
Ayo bertarung denganku, jika saya menang kau Akan memberi tahu segalanya tentang kakek saya.." ucap avira menantang bayu
"kenapa anda tidak tanya langsung saja?" tanya bayu
"kau tahu kenapa aku bertanya padamu" jawab avira
"boleh juga, tapi jika anda kalah" ucap bayu
"terserah kau saja.. Peraturanya mudah siapa yang terkena pukulan satu kali dianggap kalah" kata avira
"setuju !" ucap bayu
bayu kemudian maju menyerang bersiap memukul avira
"Besar juga nyalinya padahal tidak punya pengndalian element sama sekali.. Kalau begitu cukup dengan tangan kosong saja" pikir bayu
avira juga maju menyerang dengan pukulanya
"dia mungkin akan mengeluarkan teknik elementnya.. Aku harus berhati-hati" pikir avira
pukulan mereka saling beradu dan keduanya sama-sama melancarkan pukulan ke 2, 3 dan hasilnya masih sama
"aku harus hati-hati dengan pengendalianya.." pikir avira sambil mundur kebelakang
kemudian avira berlari maju.
"aku akan mengecohnya" pikir avira
"rasakan ini pukulanku!" teriak avira
bayu berhasil menghindar Tapi ternyata avira hanya Berpura-pura memukul dan di dalam genggamanya terdapat pasir,, avira pun melempar pasirnya ke mata bayu dan bayupun tidak bisa melihat dengan jelas
"jadi waktu pertama kali menantangku dia sudah menyiapkanya.. Anak yang menarik.. Triknya memang bagus" pikir bayu
"ini saatnya" ucap avira sambil melancarkan pukulanya
tapi pukulanya bisa di tepis dengan mudah
"dia bisa menepis pukulanku saat dia tidak bisa melihat" ucap avira kaget
"kau hebat.. Tapi itu belum ada apa-apanya" ucap bayu sambil menendang
avira meloncat ke atas dan bersiap memukul tapi tendangan bayu mengarah ke atas dan mengenai perut avira.
Avira terpental,,
"kau.. Kenapa kau tidak menggunakan pengendalianmu ?" tanya avira
"anda lawan yang tidak seimbang walaupun saya tidak menggunakan pengendalian" jawab bayu sambil membersihkan pasir di matanya
"sial.." ucap avira kesal
"jangan lupa perjanjianya.. Permintaanku, jadilah yang lebih KUAT" ucapan bayu membuat avira kaget
bersambung.
"kakek tidak pernah bercerita.." pikir avira
"aku akan membantumu jika dalam kesulitan" jelas bayu
avira lalu berjalan tanpa menghiraukanya
"huh, kau memang punya 2 roh dalam tubuhmu.. Itu bisa di lihat dari tingkah-lakumu yang seperti orang kebingungan.." Pikir bayu
"Sesuatu tentang 2 kepribadian yang berbeda.." ucap bayu membuat avira berhenti dan kaget
"apa maksudmu?" tanya avira
"saya tidak bisa menjelaskanya sekarang.." jawab bayu
avira kemudian diam sejenak dan berpikir
"apakah dia memang benar teman kakekku.. Jika begitu dia pasti tahu bnyak tentang kakek.. " pikir avira
"hey kau, apa kau tahu mengapa kakekku selalu saja merahasiakan sesuatu.. " ucap avira
"saya tidak bisa memberitahunya.. Biar kakek anda saja yang menjelaskanya.." ucap bayu yang kemudian akan pergi
avira jadi kesal dan menantang bayu bertarung
"tunggu sebentar !!
Ayo bertarung denganku, jika saya menang kau Akan memberi tahu segalanya tentang kakek saya.." ucap avira menantang bayu
"kenapa anda tidak tanya langsung saja?" tanya bayu
"kau tahu kenapa aku bertanya padamu" jawab avira
"boleh juga, tapi jika anda kalah" ucap bayu
"terserah kau saja.. Peraturanya mudah siapa yang terkena pukulan satu kali dianggap kalah" kata avira
"setuju !" ucap bayu
bayu kemudian maju menyerang bersiap memukul avira
"Besar juga nyalinya padahal tidak punya pengndalian element sama sekali.. Kalau begitu cukup dengan tangan kosong saja" pikir bayu
avira juga maju menyerang dengan pukulanya
"dia mungkin akan mengeluarkan teknik elementnya.. Aku harus berhati-hati" pikir avira
pukulan mereka saling beradu dan keduanya sama-sama melancarkan pukulan ke 2, 3 dan hasilnya masih sama
"aku harus hati-hati dengan pengendalianya.." pikir avira sambil mundur kebelakang
kemudian avira berlari maju.
"aku akan mengecohnya" pikir avira
"rasakan ini pukulanku!" teriak avira
bayu berhasil menghindar Tapi ternyata avira hanya Berpura-pura memukul dan di dalam genggamanya terdapat pasir,, avira pun melempar pasirnya ke mata bayu dan bayupun tidak bisa melihat dengan jelas
"jadi waktu pertama kali menantangku dia sudah menyiapkanya.. Anak yang menarik.. Triknya memang bagus" pikir bayu
"ini saatnya" ucap avira sambil melancarkan pukulanya
tapi pukulanya bisa di tepis dengan mudah
"dia bisa menepis pukulanku saat dia tidak bisa melihat" ucap avira kaget
"kau hebat.. Tapi itu belum ada apa-apanya" ucap bayu sambil menendang
avira meloncat ke atas dan bersiap memukul tapi tendangan bayu mengarah ke atas dan mengenai perut avira.
Avira terpental,,
"kau.. Kenapa kau tidak menggunakan pengendalianmu ?" tanya avira
"anda lawan yang tidak seimbang walaupun saya tidak menggunakan pengendalian" jawab bayu sambil membersihkan pasir di matanya
"sial.." ucap avira kesal
"jangan lupa perjanjianya.. Permintaanku, jadilah yang lebih KUAT" ucapan bayu membuat avira kaget
bersambung.
Minggu, 02 Oktober 2011
AVIRA chapter 7 - 2 roh yang berbeda
(dalam cerita sebelumnya kakek avira mengeluarkan spiritnya dan akan melakukan sesuatu terhadap avira)
kakek avira mendekatkan spiritnya ke tubuh avira,, tiba-tiba spirit itu bercahaya dan nampak di dahi avira klwar sebuah tanda hitam
"apa yang kau katakan memang benar.. Sekarang aku percaya setelah melihatnya dengan mataku sendiri.." pikir sang kakek menyadari sesuatu
dalam keadaan tidak sadar avira mencekik kakeknya
"uhk" desah kakeknya
avira mulai berdiri dan melempar kakeknya sendiri sampai keluar jauh dari rumah
*DRAKK
"jadi aku harus melawanmu." kata sang kakek
"2 roh dalam 1 tubuh.. Aku harus memisahkan keduanya" pikir sang kakek sambil berdiri
avira klwar rmh n mnyrag kkeknya
sang kakek mulai menghirup udara dan mengeluarkanya dari mulut
"terimalah tiupan harimau.." ucap sang kakek
*WUSSSHHH
semua yang ada di hadapanya langsung berterbangan tapi avira masih tetap bertahan kemudian dari dalam hembusan angin muncul spirit sang kakek yang langsung menuju perut avira
*CRASHH
Avira terkena spirit sang kakek dan mulai terjadi pemisahan,, sang kakek maju di hdapan avira
"berusahalah nak" ucap sang kakek sambil memegang spiritnya
Avira meronta-ronta
"lawanlah nak" pikir sang kakek
sang kakek memegang dahi avira dan seketika tanda di dahinya menghilang
Spirit sang kakek berhasil memisahkan 2 roh yang berbeda pada tubuh avira
"ini hanya sementara.. Kau harus bisa nak" ucap sang kakek
sang kakek lalu membawa avira kembali ke rumah
paginya avira bangun
"awh, tubuhku terasa pegal.." ucap avira yang tdk menyadari kejadian semalam
avira menuju ke ruang makan
"lubang apa ini.." pikir avira yang melhat lubang besar di dinding
"avira kemari, kakek mau bicara" panggil sang kakek
"ada apa kek?" tanya avira
"kau sekarang sudah besar jadilah anak baik yang berbuat kebaikan dan juga kakek mau memberi tahumu kau harus hati-hati trhdap orang asing" pinta sang kakek
"aku sudah tahu itu kek, klw aku akan menjadi seorang pengendali element yang hebat.." ucap avira sambil Tersenyum
kemudian avira sarapan dan langsung pergi ke lapangan untuk latihan
beralih ke tempat lain gabriel dan yohanes sedang berjalan menuju lapangan
"ayah apa sudah saatnya?" tanya gabriel
"belum, kita harus menunggu perintah" jawab yohanes
kembali ke tempat avira,, avira yang sedang menuju lapangan tiba-tiba berhenti
"siapa kau?" tanya avira melihat seseorang di hadapanya
"aku teman kakekmu.. Salam kenal namaku bayu.." ucap bayu
bersambung.
kakek avira mendekatkan spiritnya ke tubuh avira,, tiba-tiba spirit itu bercahaya dan nampak di dahi avira klwar sebuah tanda hitam
"apa yang kau katakan memang benar.. Sekarang aku percaya setelah melihatnya dengan mataku sendiri.." pikir sang kakek menyadari sesuatu
dalam keadaan tidak sadar avira mencekik kakeknya
"uhk" desah kakeknya
avira mulai berdiri dan melempar kakeknya sendiri sampai keluar jauh dari rumah
*DRAKK
"jadi aku harus melawanmu." kata sang kakek
"2 roh dalam 1 tubuh.. Aku harus memisahkan keduanya" pikir sang kakek sambil berdiri
avira klwar rmh n mnyrag kkeknya
sang kakek mulai menghirup udara dan mengeluarkanya dari mulut
"terimalah tiupan harimau.." ucap sang kakek
*WUSSSHHH
semua yang ada di hadapanya langsung berterbangan tapi avira masih tetap bertahan kemudian dari dalam hembusan angin muncul spirit sang kakek yang langsung menuju perut avira
*CRASHH
Avira terkena spirit sang kakek dan mulai terjadi pemisahan,, sang kakek maju di hdapan avira
"berusahalah nak" ucap sang kakek sambil memegang spiritnya
Avira meronta-ronta
"lawanlah nak" pikir sang kakek
sang kakek memegang dahi avira dan seketika tanda di dahinya menghilang
Spirit sang kakek berhasil memisahkan 2 roh yang berbeda pada tubuh avira
"ini hanya sementara.. Kau harus bisa nak" ucap sang kakek
sang kakek lalu membawa avira kembali ke rumah
paginya avira bangun
"awh, tubuhku terasa pegal.." ucap avira yang tdk menyadari kejadian semalam
avira menuju ke ruang makan
"lubang apa ini.." pikir avira yang melhat lubang besar di dinding
"avira kemari, kakek mau bicara" panggil sang kakek
"ada apa kek?" tanya avira
"kau sekarang sudah besar jadilah anak baik yang berbuat kebaikan dan juga kakek mau memberi tahumu kau harus hati-hati trhdap orang asing" pinta sang kakek
"aku sudah tahu itu kek, klw aku akan menjadi seorang pengendali element yang hebat.." ucap avira sambil Tersenyum
kemudian avira sarapan dan langsung pergi ke lapangan untuk latihan
beralih ke tempat lain gabriel dan yohanes sedang berjalan menuju lapangan
"ayah apa sudah saatnya?" tanya gabriel
"belum, kita harus menunggu perintah" jawab yohanes
kembali ke tempat avira,, avira yang sedang menuju lapangan tiba-tiba berhenti
"siapa kau?" tanya avira melihat seseorang di hadapanya
"aku teman kakekmu.. Salam kenal namaku bayu.." ucap bayu
bersambung.
Minggu, 25 September 2011
AVIRA chapter 6 - latihan tahap pertama !!
(dalam cerita sebelumnya avira dan gabriel memulai latihan tahap pertama)
"ini sungguh sulit.. Walaupun gerakanya mudah tapi untuk merasakan hembusan udara masih belum.. " ucap avira sambil menoleh ke gabriel
"a..apa.. " katanya terpatah
terlihat gabriel melakukan gerakan di iringi hembusan angin yang lumayan kencang
"fuhh.. " ucap gabriel
"uhh.. Dia memang hebat.. Bahkan kemampuanku cuma sedikit di bandingkan dia.. " pikir avira
yohanes yang dari tadi memperhatikan avira memberikan saran
"konsentrasi.. Bila kau konsentrasi maka pengendalian apapun akan terasa mudah" kata yohanes
"hmm.. Baik akan kucoba" ucap avira dengan semangat
avira mentup mata sambil merasakan hembusan angin,,
"sekarang.. " ucapnya sambil melakukan gerakanya
angin berhembus kencang dan tiba-tiba
"ouh.. " desah avira pingsan karena terlalu lelah
yohanes menangkap avira
"dia terlalu memaksakan diri.. akan ku latih kekuatan fisiknya dulu sebelum melakukan pengendalian karena terlalu beresiko.." pikir yohanes
Tidak berapa lama avira pun terbangun
"apa yang terjadi" ucapnya
"kau pingsan ketika melakukan latihan tahap pertama" ucap yohanes
"huh kakiku sampai kram menunggumu untuk bangun" kata gabriel mengejek
"apa kau bilang.. " ucap avira marah
"sudah jangan berkelahi.. Sekarang sudah hampir malam latihan kita teruskan besok pagi.. " kata yohanes melerai
avira segera pulang tapi di tengah perjalanan dia bertemu sang kakek
"berhenti.. " ucap kakek avira
"oh.. Kakek habis dari mana ?" tanya avira
"kakek dari rumah teman kakek.. " jawab sang kakek
"kek tadi aku barusan belajar pengendalian udara.. " ucap avira sambil berjalan pulang
"bagus.. Kalau sudah bisa akan kakek ajarkan teknik rahasia kakek.. Hahaha " ucap sang kakek tertawa dan avira membalasnya dengan senyuman
sesampainya di rumah avira langsung mandi di pemandian belakang rumah
"aku akan mencobanya sekali lagi.." pikirnya sambil melakukan gerakan saat di pelatihan
angin dengan kencang berhembus sampai air pun terangkat
"BERHASIL" ucap avira
Kakek avira memperhatikan (ngintip)
"ternyata sudah bisa.. Padahal mau ku ajari tapi dia.. " pikir sang kakek
tiba-tiba avira pingsan tapi sang kakek segera masuk dan membawanya ke kamarnya
"ada yang aneh dengan dia.. Jika seorang pengendali pingsan saat melakukan pengendalianya maka akan sangat berbahaya.." pikir kakek avira
sang kakek lalu mengeluarkan spiritnya
"aku harus melakukan sesuatu.. " ucap kakek avira
bersambung.
"ini sungguh sulit.. Walaupun gerakanya mudah tapi untuk merasakan hembusan udara masih belum.. " ucap avira sambil menoleh ke gabriel
"a..apa.. " katanya terpatah
terlihat gabriel melakukan gerakan di iringi hembusan angin yang lumayan kencang
"fuhh.. " ucap gabriel
"uhh.. Dia memang hebat.. Bahkan kemampuanku cuma sedikit di bandingkan dia.. " pikir avira
yohanes yang dari tadi memperhatikan avira memberikan saran
"konsentrasi.. Bila kau konsentrasi maka pengendalian apapun akan terasa mudah" kata yohanes
"hmm.. Baik akan kucoba" ucap avira dengan semangat
avira mentup mata sambil merasakan hembusan angin,,
"sekarang.. " ucapnya sambil melakukan gerakanya
angin berhembus kencang dan tiba-tiba
"ouh.. " desah avira pingsan karena terlalu lelah
yohanes menangkap avira
"dia terlalu memaksakan diri.. akan ku latih kekuatan fisiknya dulu sebelum melakukan pengendalian karena terlalu beresiko.." pikir yohanes
Tidak berapa lama avira pun terbangun
"apa yang terjadi" ucapnya
"kau pingsan ketika melakukan latihan tahap pertama" ucap yohanes
"huh kakiku sampai kram menunggumu untuk bangun" kata gabriel mengejek
"apa kau bilang.. " ucap avira marah
"sudah jangan berkelahi.. Sekarang sudah hampir malam latihan kita teruskan besok pagi.. " kata yohanes melerai
avira segera pulang tapi di tengah perjalanan dia bertemu sang kakek
"berhenti.. " ucap kakek avira
"oh.. Kakek habis dari mana ?" tanya avira
"kakek dari rumah teman kakek.. " jawab sang kakek
"kek tadi aku barusan belajar pengendalian udara.. " ucap avira sambil berjalan pulang
"bagus.. Kalau sudah bisa akan kakek ajarkan teknik rahasia kakek.. Hahaha " ucap sang kakek tertawa dan avira membalasnya dengan senyuman
sesampainya di rumah avira langsung mandi di pemandian belakang rumah
"aku akan mencobanya sekali lagi.." pikirnya sambil melakukan gerakan saat di pelatihan
angin dengan kencang berhembus sampai air pun terangkat
"BERHASIL" ucap avira
Kakek avira memperhatikan (ngintip)
"ternyata sudah bisa.. Padahal mau ku ajari tapi dia.. " pikir sang kakek
tiba-tiba avira pingsan tapi sang kakek segera masuk dan membawanya ke kamarnya
"ada yang aneh dengan dia.. Jika seorang pengendali pingsan saat melakukan pengendalianya maka akan sangat berbahaya.." pikir kakek avira
sang kakek lalu mengeluarkan spiritnya
"aku harus melakukan sesuatu.. " ucap kakek avira
bersambung.
Sabtu, 17 September 2011
AVIRA chapter 5 - penjelasan SPIRIT !!
(sebelumnya avira, gabriel, dan
yohanes akan memulai latihan
pengendalian element udara)
"kita akan mulai dari yang ringan..
" ucap yohanes
"guru tentang spirit itu apa ?"
sanggah avira
"saya sampai lupa, jadi akan
kujelaskan tentang spirit ..
Hm.., spirit adalah senjata yang
dipakai militer dan telah
dikembangkan dari berbagai
macam kegunaan dari ilmu sihir,
kekuatan, perubahan bentuk,
sampai pengendalian element
seperti yang kau lihat pada
gabriel" ucap yohanes
menjelaskan
avira terlihat masih penasaran
"dan dari mana asal kekuatan
seperti itu ?" tanya avira
"dari dewa dan telah di teliti
bahwa ada 3 macam type spirit.. "
ucap yohanes
"apa itu guru.. " sela avira
"hey, jangan menyelaku dulu.. "
kata yohanes kesal
"b.. Baik guru" ucap avira
"3 type itu adalah pertama dari
bumi, kedua dari neraka dan
ketiga surga.. " ucap yohanes
"jadi yang waktu itu di pegang
kakek adalah.." pikir avira
di tempat lain kakek avira terlihat
sedang berbicara dengan
seseorang
"spirit" kata orang itu
"iya, sampai dia nekat masuk
dalam mimpi.. " ucap kakek avira
gelisah
"bagaimana denganya.. " tanya
orang itu
"dia masih belum menyadarinya..
tapi lambat laun dia pasti akan
tahu.. " jawab kakek avira
kembali ke tempat latihan avira
dan gabriel
"apa sudah jelas? " tanya yohanes
"hmm.. Tentang dewa apa benar
adanya.. " kata avira
"kalau kujelaskan dari awal akan
memakan banyak waktu tapi satu
hal yang harus kamu tahu bahwa
mereka benar ada..
Sekarang kita mulai latihanya.. "
kata yohanes
yohanes memberi arahan
pelatihan
"pertama-tama kita akan melatih
gerak tubuh.. Akan kuberikan 5
gerakan tubuh saat akan
melakukan pengendalian udara "
ucapnya
yohanes memperlihatkan 5
gerakan dan avira & gabriel
mengikuti
"nah sekarang menyatulah
dengan gerakan dan rasakan arus
aliran udara berada di tubuhmu.. "
ucap yohanes menerangkan
"Baik guru.. " ucap avira dan
gabriel bersamaan
"kelihatanya mudah.. " ucap avira
sambil melihat gabriel
gabriel memulai melakukan
gerakanya bersama avira.
"ayow avi.. " kata gabriel
mengejek
"apaa katamu.. Dasar bisu.. " ucap
avira membalas ejekan gabriel
mereka berdua saling ejek
"hey bodoh.. " ucap gabriel
"kamu yang bodoh.. " ucap avira
"baiklah.. Siapa yang bisa
pengendalian udara terlebih
dahulu akan menang dan bagi
yang kalah akan di panggil
dengan nama ejekan dari kita
masing2.. " tantang gabriel
"SETUJU.. " jawab avira
suasana pun menjadi memanas
"kita akan latihan di sini sampai
sore.. " ucap yohanes
bersambung.
yohanes akan memulai latihan
pengendalian element udara)
"kita akan mulai dari yang ringan..
" ucap yohanes
"guru tentang spirit itu apa ?"
sanggah avira
"saya sampai lupa, jadi akan
kujelaskan tentang spirit ..
Hm.., spirit adalah senjata yang
dipakai militer dan telah
dikembangkan dari berbagai
macam kegunaan dari ilmu sihir,
kekuatan, perubahan bentuk,
sampai pengendalian element
seperti yang kau lihat pada
gabriel" ucap yohanes
menjelaskan
avira terlihat masih penasaran
"dan dari mana asal kekuatan
seperti itu ?" tanya avira
"dari dewa dan telah di teliti
bahwa ada 3 macam type spirit.. "
ucap yohanes
"apa itu guru.. " sela avira
"hey, jangan menyelaku dulu.. "
kata yohanes kesal
"b.. Baik guru" ucap avira
"3 type itu adalah pertama dari
bumi, kedua dari neraka dan
ketiga surga.. " ucap yohanes
"jadi yang waktu itu di pegang
kakek adalah.." pikir avira
di tempat lain kakek avira terlihat
sedang berbicara dengan
seseorang
"spirit" kata orang itu
"iya, sampai dia nekat masuk
dalam mimpi.. " ucap kakek avira
gelisah
"bagaimana denganya.. " tanya
orang itu
"dia masih belum menyadarinya..
tapi lambat laun dia pasti akan
tahu.. " jawab kakek avira
kembali ke tempat latihan avira
dan gabriel
"apa sudah jelas? " tanya yohanes
"hmm.. Tentang dewa apa benar
adanya.. " kata avira
"kalau kujelaskan dari awal akan
memakan banyak waktu tapi satu
hal yang harus kamu tahu bahwa
mereka benar ada..
Sekarang kita mulai latihanya.. "
kata yohanes
yohanes memberi arahan
pelatihan
"pertama-tama kita akan melatih
gerak tubuh.. Akan kuberikan 5
gerakan tubuh saat akan
melakukan pengendalian udara "
ucapnya
yohanes memperlihatkan 5
gerakan dan avira & gabriel
mengikuti
"nah sekarang menyatulah
dengan gerakan dan rasakan arus
aliran udara berada di tubuhmu.. "
ucap yohanes menerangkan
"Baik guru.. " ucap avira dan
gabriel bersamaan
"kelihatanya mudah.. " ucap avira
sambil melihat gabriel
gabriel memulai melakukan
gerakanya bersama avira.
"ayow avi.. " kata gabriel
mengejek
"apaa katamu.. Dasar bisu.. " ucap
avira membalas ejekan gabriel
mereka berdua saling ejek
"hey bodoh.. " ucap gabriel
"kamu yang bodoh.. " ucap avira
"baiklah.. Siapa yang bisa
pengendalian udara terlebih
dahulu akan menang dan bagi
yang kalah akan di panggil
dengan nama ejekan dari kita
masing2.. " tantang gabriel
"SETUJU.. " jawab avira
suasana pun menjadi memanas
"kita akan latihan di sini sampai
sore.. " ucap yohanes
bersambung.
Sabtu, 10 September 2011
AVIRA chapter 4 - pembagian team...
(Dalam Cerita sebelumnya avira mendapatkan mimpi aneh dan sang kakek sedang memegang kunci aneh dan kelihatan berkeringat.)
"kamu harus cepat berangkat,," ucap kakek menasehati
"tadi aku mimpi aneh lagi.. Maksudnya apa itu kek" tanya avira
kakeknya hanya tersenyum
"itu hanya kembang tidur nak" jawab sang kakek
"tapi mimpi ini seperti kenyataan.. " ucap avira heran
"sudahlah jangan terlalu dipikirkan.. " guman sang kakek
"huh.. Selalu saja merahasiakan sesuatu.. " pikir avira
avira kemudian sarapan pagi dengan lauk tempe.
"masakan kakek memang nomer satu" pikirnya
"avira, kakek mau keluar.. Nanti rumahnya kamu kunci dan kamu harus jadi kuat.. " pinta sang kakek sambil tersenyum
"itu pasti kek.. " jawab avira penuh tekad
avira mengunci pintu rumah dan segera berangkat ke sekolah.
Setibanya di sekolah avira bertemu gabriel
"selamat pagi.. "ucap avira tetapi gabriel hanya diam
"dia berbeda sekali dari sebelumnya.." pikir avira sambil berjalan masuk kelas
"selamat pagi murid-murid?"kata yohanes
"selamat pagi pak guru"ucap semua murid bersamaan
"sekarang kita akan mengadakan kelulusan kelas tingkat pertama.."ucap yohanes memberi tahu
"apa ?.. Tapi pak kita di sini banyak murid baru.." kata salah satu murid
"sebenarnya ujian ini kusus untuk yang udah 3 tahun lebih disini.. Tapi Ini adalah keputusan dari pemimpin desa udara.. Syarat kelulusan harus bisa mengendalikan element udara lv pertama dan kalian harus menguasainya dalam waktu 3 bulan.. " ucap yohanes menerangkan
"sekarang saya akan membagi team kalian.. Setiap team terdiri dari 2 murid dan 1 guru pembimbing.. Kalian semua mengerti" ucap yohanes
"mengerti.. " ucap para murid
kemudian yohanes langsung menyebutkan teamnya.
"team a.. Sabu & basoke pembimbing koji
team b.. Avira & gabriel pembimbing saya..
Team c.. " ucap yohanes
lalu avira, gabriel dan yohanes langsung berkumpul di lapangan untuk memulai latihan element udara.
Bersambung.
"kamu harus cepat berangkat,," ucap kakek menasehati
"tadi aku mimpi aneh lagi.. Maksudnya apa itu kek" tanya avira
kakeknya hanya tersenyum
"itu hanya kembang tidur nak" jawab sang kakek
"tapi mimpi ini seperti kenyataan.. " ucap avira heran
"sudahlah jangan terlalu dipikirkan.. " guman sang kakek
"huh.. Selalu saja merahasiakan sesuatu.. " pikir avira
avira kemudian sarapan pagi dengan lauk tempe.
"masakan kakek memang nomer satu" pikirnya
"avira, kakek mau keluar.. Nanti rumahnya kamu kunci dan kamu harus jadi kuat.. " pinta sang kakek sambil tersenyum
"itu pasti kek.. " jawab avira penuh tekad
avira mengunci pintu rumah dan segera berangkat ke sekolah.
Setibanya di sekolah avira bertemu gabriel
"selamat pagi.. "ucap avira tetapi gabriel hanya diam
"dia berbeda sekali dari sebelumnya.." pikir avira sambil berjalan masuk kelas
"selamat pagi murid-murid?"kata yohanes
"selamat pagi pak guru"ucap semua murid bersamaan
"sekarang kita akan mengadakan kelulusan kelas tingkat pertama.."ucap yohanes memberi tahu
"apa ?.. Tapi pak kita di sini banyak murid baru.." kata salah satu murid
"sebenarnya ujian ini kusus untuk yang udah 3 tahun lebih disini.. Tapi Ini adalah keputusan dari pemimpin desa udara.. Syarat kelulusan harus bisa mengendalikan element udara lv pertama dan kalian harus menguasainya dalam waktu 3 bulan.. " ucap yohanes menerangkan
"sekarang saya akan membagi team kalian.. Setiap team terdiri dari 2 murid dan 1 guru pembimbing.. Kalian semua mengerti" ucap yohanes
"mengerti.. " ucap para murid
kemudian yohanes langsung menyebutkan teamnya.
"team a.. Sabu & basoke pembimbing koji
team b.. Avira & gabriel pembimbing saya..
Team c.. " ucap yohanes
lalu avira, gabriel dan yohanes langsung berkumpul di lapangan untuk memulai latihan element udara.
Bersambung.
Selasa, 30 Agustus 2011
AVIRA chapter 3 - senjata !!
Api yang sangat besar menuju ke arah pion dan agato tapi tiba-tiba pion mengarahkan tanganya ke atas dan terlihat cahaya muncul dari bawah ....
Dan dari cahaya itu nampak menghilangkan element api.
"huh, cukup merepotkan !?" ucap pion.
"jadi kau mempunyai spirit ?" kata orang misterius sambil berjalan keluar
"pion waktu kita hampir habis kalau tidak cepat kembali kita akan lenyap.. " ucap agato memperingatkan.
"huh padahal lagi serunya.. Baiklah kita akan segera bertemu lagi avira.." kata pion sambil membuka dimensi lain.
*krettt...
Terlihat sebuah kota dan merekapun masuk di dalamnya.
"apa itu ?" tanya avira.
"avira kau harus segera mempelajari teknik element..." kata gabriel menasehati.
Kemudian seseorang misterius tadi muncul
"apa kalian baik-baik saja ?" tanya yohanes yang ternyata ayah gabriel
"tenang saja ayah,, aku kuat kok.." jawab gabriel
"k..Kau kan guru pengajar di kelas" kata avira terpatah.
"kenapa... Kenapa mereka mencariku... " tanya avira,, membuat semua terdiam Sementara..
"kau istimewa nak.. Hanya itu.." jawab yohanes
gabriel hanya tersenyum..
"jadi dia belum bisa menyadarinya..." pikirnya
"ayo avira akan ku ajari teknik pengendalian anginmu.. Dan kau gabriel jangan hanya mengandalkan spiritmu saja.. " ucap yohanes
"apa boleh buat ayah, aku juga belum bisa.. Hehehe" kata gabriel sambil tersenyum malu.
"kenapa kalian mengikuti aku.. ?" tanya avira.
"kami bukan mau mengikutimu tapi mereka berdua.. Aku rasa aneh jika anggota organisasi demon tiba-tiba bisa muncul di desa negara udara.. " jawab yohanes
"aku mau tanya sesuatu guru.." sela avira
"apa ?" ucap yohanes
"spirit yang kau katakan itu tolong jelaskan..." kata avira bertanya lagi.
"pertanyaanya disimpan untuk besok saja.. Sekarang sudah mau malam kau pulanglah dahulu.." jawab yohanes
"baik.. " ucap avira.
Avira tiba di rumah dan melihat kakeknya sedang menulis sesuatu..
"apa yang sedang kakek tulis.. "
kakek avira gugup menutpi sesuatu yang di tulis
"ini hanya puisi nak.. Bwahahaha" ucap kakek
"kakek ini.. Kalau mau mencari alasan yang bagusan dikit.. " kata avira menyindir
tiba-tiba avira berada di suatu tempat, seperti di dalam gua.
"tempat apa ini.. " ucap avira heran
"berikan padaku benda... " kata orang di dalam gua terhenti yang tidak kelihatan wajahnya
kemudian avira terbangun dan di sebelahnya ada kakeknya yang kelihatan memegang kunci besar
"ada apa kek ? " tanya avira
"aku mau membuka kamar mandi.. " jawab kakek mencari alasan
"kamar mandi kan tidak pernah aku kunci.. Kakek memang tidak pintar mencari alasan" ucap avira marah karena kakeknya selalu menutupi sesuatu
bersambung
Dan dari cahaya itu nampak menghilangkan element api.
"huh, cukup merepotkan !?" ucap pion.
"jadi kau mempunyai spirit ?" kata orang misterius sambil berjalan keluar
"pion waktu kita hampir habis kalau tidak cepat kembali kita akan lenyap.. " ucap agato memperingatkan.
"huh padahal lagi serunya.. Baiklah kita akan segera bertemu lagi avira.." kata pion sambil membuka dimensi lain.
*krettt...
Terlihat sebuah kota dan merekapun masuk di dalamnya.
"apa itu ?" tanya avira.
"avira kau harus segera mempelajari teknik element..." kata gabriel menasehati.
Kemudian seseorang misterius tadi muncul
"apa kalian baik-baik saja ?" tanya yohanes yang ternyata ayah gabriel
"tenang saja ayah,, aku kuat kok.." jawab gabriel
"k..Kau kan guru pengajar di kelas" kata avira terpatah.
"kenapa... Kenapa mereka mencariku... " tanya avira,, membuat semua terdiam Sementara..
"kau istimewa nak.. Hanya itu.." jawab yohanes
gabriel hanya tersenyum..
"jadi dia belum bisa menyadarinya..." pikirnya
"ayo avira akan ku ajari teknik pengendalian anginmu.. Dan kau gabriel jangan hanya mengandalkan spiritmu saja.. " ucap yohanes
"apa boleh buat ayah, aku juga belum bisa.. Hehehe" kata gabriel sambil tersenyum malu.
"kenapa kalian mengikuti aku.. ?" tanya avira.
"kami bukan mau mengikutimu tapi mereka berdua.. Aku rasa aneh jika anggota organisasi demon tiba-tiba bisa muncul di desa negara udara.. " jawab yohanes
"aku mau tanya sesuatu guru.." sela avira
"apa ?" ucap yohanes
"spirit yang kau katakan itu tolong jelaskan..." kata avira bertanya lagi.
"pertanyaanya disimpan untuk besok saja.. Sekarang sudah mau malam kau pulanglah dahulu.." jawab yohanes
"baik.. " ucap avira.
Avira tiba di rumah dan melihat kakeknya sedang menulis sesuatu..
"apa yang sedang kakek tulis.. "
kakek avira gugup menutpi sesuatu yang di tulis
"ini hanya puisi nak.. Bwahahaha" ucap kakek
"kakek ini.. Kalau mau mencari alasan yang bagusan dikit.. " kata avira menyindir
tiba-tiba avira berada di suatu tempat, seperti di dalam gua.
"tempat apa ini.. " ucap avira heran
"berikan padaku benda... " kata orang di dalam gua terhenti yang tidak kelihatan wajahnya
kemudian avira terbangun dan di sebelahnya ada kakeknya yang kelihatan memegang kunci besar
"ada apa kek ? " tanya avira
"aku mau membuka kamar mandi.. " jawab kakek mencari alasan
"kamar mandi kan tidak pernah aku kunci.. Kakek memang tidak pintar mencari alasan" ucap avira marah karena kakeknya selalu menutupi sesuatu
bersambung
Jumat, 26 Agustus 2011
AVIRA chapter 2 - organisasi demon !
"baik skarang akan ak jlaskan scara terperinci..." kata guru
semua murid hnya terdiam melhat gabriel
"pertama arus, seorang pengendali angin harus mnemukan aliran arus chinya sendri dengan begitu dia bisa mencapai kekuatan penuh pengendalian udara.... Kedua ktenangan, tidak boleh gegabah dalam mlakukan suatu hal dan membentk angin hampa jadi kekuatan.... Ketiga pemusatan, konsentrasi dan memusatkan tenaga pada telapak tangn dan penylesaian" ucap guru mnjelaskan
pelajarn akhirnya usai dan semua murid keluar kelas ingn pulang
di dalam hutan avira di hadang oleh 2 pemuda,, terlhat dari blakang kduanya memakai baju putih dan ada tanda lingkran bertentakel.
"berhenti kau" teriak pion
"kalian kan !" jawab avira
"tenang saja,, kami hanya ingin bicara" kata pion
"!?" pikir avira
terlhat agato sdang mnunjkan teknik anginya,"pisau pembelah..." teriak agato smbil menepukan kdua tanganya dan terlhat phon terblah jadi 2.
"kau keluarlah..." kata agato.
"jadi memang ketahuan yah..." ucap gabriel Sambil berjalan maju
"orang ini bisa menguasai element udara lvel 2,, siapa sbenarnya dia !?" pikir avira
"kami di perintahkan oleh ketua untuk membawamu ikut bersama kami..?" ucap agato
"pergi ?,, sbenarnya apa yang terjadi" teriak avira
"mereka adalah teroris organisasi demon" terang gabriel
"bagaimana kau tahu tentang kami..." tanya agato
"aku belajar disini selama 3 tahun, mengetahui kau bukan murid disini sngatlah mudah bagiku..." ucap gabriel
gabriel langsung maju menyerang.
"tanda di punggung kalian adalah lambang organisasi kalian" teriaknya
gabriel langsung melepaskan element anginya yang seperti daun brterbngan menuju ke pion dan agato
"green slash wind" ucap gabriel.
Pion menepukan kdua tanganya dan terlhat mereka dilindungi oleh tanah yang terangkat
"shield earth" ucap pion
"apa, element tanah..?!" kata avira sambil berlari menjauh
"element blastonic fire!?" ucap seseorang di dalam hutan.
Bersambung.
semua murid hnya terdiam melhat gabriel
"pertama arus, seorang pengendali angin harus mnemukan aliran arus chinya sendri dengan begitu dia bisa mencapai kekuatan penuh pengendalian udara.... Kedua ktenangan, tidak boleh gegabah dalam mlakukan suatu hal dan membentk angin hampa jadi kekuatan.... Ketiga pemusatan, konsentrasi dan memusatkan tenaga pada telapak tangn dan penylesaian" ucap guru mnjelaskan
pelajarn akhirnya usai dan semua murid keluar kelas ingn pulang
di dalam hutan avira di hadang oleh 2 pemuda,, terlhat dari blakang kduanya memakai baju putih dan ada tanda lingkran bertentakel.
"berhenti kau" teriak pion
"kalian kan !" jawab avira
"tenang saja,, kami hanya ingin bicara" kata pion
"!?" pikir avira
terlhat agato sdang mnunjkan teknik anginya,"pisau pembelah..." teriak agato smbil menepukan kdua tanganya dan terlhat phon terblah jadi 2.
"kau keluarlah..." kata agato.
"jadi memang ketahuan yah..." ucap gabriel Sambil berjalan maju
"orang ini bisa menguasai element udara lvel 2,, siapa sbenarnya dia !?" pikir avira
"kami di perintahkan oleh ketua untuk membawamu ikut bersama kami..?" ucap agato
"pergi ?,, sbenarnya apa yang terjadi" teriak avira
"mereka adalah teroris organisasi demon" terang gabriel
"bagaimana kau tahu tentang kami..." tanya agato
"aku belajar disini selama 3 tahun, mengetahui kau bukan murid disini sngatlah mudah bagiku..." ucap gabriel
gabriel langsung maju menyerang.
"tanda di punggung kalian adalah lambang organisasi kalian" teriaknya
gabriel langsung melepaskan element anginya yang seperti daun brterbngan menuju ke pion dan agato
"green slash wind" ucap gabriel.
Pion menepukan kdua tanganya dan terlhat mereka dilindungi oleh tanah yang terangkat
"shield earth" ucap pion
"apa, element tanah..?!" kata avira sambil berlari menjauh
"element blastonic fire!?" ucap seseorang di dalam hutan.
Bersambung.
Selasa, 23 Agustus 2011
Avira chapter 1 - tekad avira
Beberapa tahun yang lalu terjadi pertempuran dahsyat antara 4 pengguna element trsebut dsebut 'nakanu'.
Akibatnya jatuh korban yang begitu besar itu membuat makluk bawah (neraka) muncul, ke 9 erhpos (makluk neraka) itu bisa dengan mudah menghncurkan dunia.
Ke 9 erhpos itu mewakili 9 element berbeda, lalu salah satu pendeta dari element angin naik ke atas (surga) untk meminta bntuan dari dewa dan ke 9 erhpos bisa di segel dan perangpun akhirnya usai.
500 tahun kmudian hdplah seseorang yang bernama avira di desa pengendali angin,
"ini hari pertamaku memplajari element, aku harus bisa" pikir avira sambil brlari menuju skolah
"selmat pagy kek" ucap avira,,
"iyha, kamu harus berltih sunguh2 biar bisa jadi kuat" jawb kakek
"itu pasti kek" tanggap avira
setibanya di kelas avira langsng dhadng 2 orang.
"kalian siapa" tanya avira.
"kami kakak kelasmu,, kmu harus menurut pada kami" jawab pion
avira hanya diam dan langsung lwat,, pion langsung memukul avira tanpa di duga Muncul seseorang lagi yang memegang tangan pion tpat sblum mengnai wajah avira,
"hah, kamu !?" ucap pion
"..pergilah atau ku hajar kau.." kata orang misterius itu sambil mnatap dngan tatapn wajah yang tjam.
"sudahlah pion ayo kita pergi..." kata agato
"cih." jawb pion smbil pergi menjauh
"terima kasih,," ucap avira.
"..aku hanya kbtlan ingin lwat..." kata orang misterius sambil berjalan masuk kelas
"sombongya anak ini,, sekarang aku bertekad harus menjadi lebih kuat..." pikir avira sambil masuk kelas,,
"ini sungguh membosankan!?" pikir avira
"kamu yang melamun tolong sebtkan 3 dasar mempelajari elment angin ?" kata guru sambil menunjuk ke arah avira.
"..!?" pikir avira sambil terdiam,, lalu salah satu murid mengangkat tanganya.
"pertama arus, kdua ketenangan, ketiga pemusatan..." kata orang misterius yang tadi menlong avira.
"hah dia.." pikir avira,
"kau memang muridku yang pintar seperti biasanya GABRIEL..." ucap guru.
Bersambung.
Akibatnya jatuh korban yang begitu besar itu membuat makluk bawah (neraka) muncul, ke 9 erhpos (makluk neraka) itu bisa dengan mudah menghncurkan dunia.
Ke 9 erhpos itu mewakili 9 element berbeda, lalu salah satu pendeta dari element angin naik ke atas (surga) untk meminta bntuan dari dewa dan ke 9 erhpos bisa di segel dan perangpun akhirnya usai.
500 tahun kmudian hdplah seseorang yang bernama avira di desa pengendali angin,
"ini hari pertamaku memplajari element, aku harus bisa" pikir avira sambil brlari menuju skolah
"selmat pagy kek" ucap avira,,
"iyha, kamu harus berltih sunguh2 biar bisa jadi kuat" jawb kakek
"itu pasti kek" tanggap avira
setibanya di kelas avira langsng dhadng 2 orang.
"kalian siapa" tanya avira.
"kami kakak kelasmu,, kmu harus menurut pada kami" jawab pion
avira hanya diam dan langsung lwat,, pion langsung memukul avira tanpa di duga Muncul seseorang lagi yang memegang tangan pion tpat sblum mengnai wajah avira,
"hah, kamu !?" ucap pion
"..pergilah atau ku hajar kau.." kata orang misterius itu sambil mnatap dngan tatapn wajah yang tjam.
"sudahlah pion ayo kita pergi..." kata agato
"cih." jawb pion smbil pergi menjauh
"terima kasih,," ucap avira.
"..aku hanya kbtlan ingin lwat..." kata orang misterius sambil berjalan masuk kelas
"sombongya anak ini,, sekarang aku bertekad harus menjadi lebih kuat..." pikir avira sambil masuk kelas,,
"ini sungguh membosankan!?" pikir avira
"kamu yang melamun tolong sebtkan 3 dasar mempelajari elment angin ?" kata guru sambil menunjuk ke arah avira.
"..!?" pikir avira sambil terdiam,, lalu salah satu murid mengangkat tanganya.
"pertama arus, kdua ketenangan, ketiga pemusatan..." kata orang misterius yang tadi menlong avira.
"hah dia.." pikir avira,
"kau memang muridku yang pintar seperti biasanya GABRIEL..." ucap guru.
Bersambung.
Langganan:
Postingan (Atom)